Millestone Rayhan menjelang usia 3 bulan :
8 Agustus
Lahir jam 07.44 dengan berat 3340 gram dan panjang 47 cm.
Pas lahir langsung IMD, seingatku langsung "ngeyot" walaupun sebentar, dan mungkin dia juga belum menyadari, masih gerakan refleks.
Dokter mengatakan bahwa pergelangan kaki kanan Rayhan tertekuk kearah tungkai kaki, karena posisi dalam rahim yang tidak menguntungkan, sehingga Rayhan harus menjalani terapi agar pergelangan kakinya bisa kembali pada posisi yang seharusnya. Malamnya Rayhan langsung mendapatkan terapi, tentu saja dengan tangisnya yang membuat hati miris mendengarnya.... andai rasa sakitmu bisa mama gantikan nak.
Selain IMD (Inisiasi Menyusui Dini), Rayhan mendapatkan ASI Exclusive dan Rooming In, senang rasanya bisa memberikan yang terbaik buat Rayhan sejak dia baru lahir.
11 Agustus :
Welcome home my baby boy.
Alhamdulilah, hari ini Rayhan diperbolehkan pulang, kondisi Ibu dan Bayi sehat dan normal.
Pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan imunisasi Hepatitis B1 dan Polio.
Berat badan turun menjadi 3045 grams, masih dalam batasan normal kurang dari 10.
Tubuh Rayhan agak hangat, dan memang jika diukur menggunakan termometer suhunya mencapai 37 bahkan 38 derajat celcius, tapi Dr. Dyah yang menangani Rayhan sejak lahir Pe-De saja, dia bilang gak apa-apa asalkan Rayhan mendapatkan ASI Exclusive. Aku ikutan Pe-De walaupun rada was-was, dan hampir tiap jam mengukur suhu tubuhnya, aku berjanji akan membawanya ke Dokter apabila suhu tubuhnya melebihi 38.5 derajat celcius, tapi Alhamdulillah, suhu tubuh Rayhan kembali normal dihari kedua Rayhan dirumah.
Sejak pulang dari rumah sakit, setiap hari atau dua hari sekali Rayhan ke Rumah Sakit untuk terapi kakinya ini.
15 Agustus :
Hari ini Rayhan puput tali pusarnya. Walaupun awalnya puputnya membuat aku sedikit kawatir. Pasalnya Rayhan puput dalam gendonganku ketika aku hendak membuka bajunya, kupikir aku dengan tidak sengaja menarik puputnya sehingga lepas, sedangkan yang aku tahu puput tidak boleh dilepas dengan paksa jika belum waktunya karena berarti puputnya belum kering dan belum siap lepas. Tapi menurut bu Leny, dukun beranak bersertifikat yang membantu memandikan Rayhan sejak Rayhan dirumah sampai usia Rayhan 1 bulan, puputnya kering dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
19 Agustus :
Kunjungan pertama ke Rumah Sakit untuk check up. Berat Badan 3300 Grams. Hampir kembali ke berat badan lahir. Mama bangga dong karena Rayhan masih ASI Exclusive. Rayhan dinyatakan Well Baby, dan gak ada tindakan atau obat yang diberikan, kecuali melanjutkan terapi kakinya.
30 Agustus :
Hari ini pertama kali Rayhan bersosialisasi dengan dunia luar yang bukan urusannya dengan Rumah Sakit. Hari ini Rayhan bertemu kakek dan nenek dari saudara-saudara Mamaku, Om dan Tantenya, juga Sepupunya. Tapi kelihatannya Rayhan belum nyaman dengan situasi sekitarnya, yang ada malahan minta nenen sepanjang acara :-)
Hari ini juga pertama kali Rayhan dibawa ke Mall, tepatnya ke Plaza Senayan. Rencananya sih mau cari baju lebaran buat Mama, Ayah dan Kakak Audrey. Memang akhirnya Mama bolak balik ke fitting room, bukan buat nyobain baju yang mau dibeli tapi buat ngasih nenen ke Rayhan. What an experience ....
8 September :
Kunjungan kedua ke Rumah Sakit. Tapi kali ini kita ganti Dokter Anak, tidak lagi dengan Dr. Dyah tapi dengan Dr. Aryono Hendarto. Dr. Aryono ini adalah Dokter Anaknya Audrey dan kita sangat cocok dengan beliau, selain orangnya RUD, juga beliau bisa diajak diskusi dan tidak diburu-buru waktu seperti dokter-dokter lainnya.
Berat Badan 3800 Grams. Kondisi Rayhan sehat. Hari ini Rayhan mendapatkan imunisasi simultan Hepatitis B2 dan BCG. Memang menyakitkan bagi Rayhan mendapatkan dua suntikan sekaligus, tapi anyway dia tetap akan mendapatkan suntikan tersebut. Masa-masa imunisasi memang masa-masa menyakitkan.. penuh suntikan.
Tapi hari ini kita dapat kabar sedih lagi, ternyata Rayhan mengidap tortikolis, yaitu kekakuan otot lehernya karena posisi yang tidak menguntungkan dalam rahim, sehingga Rayhan lebih suka menghadap ke arah kirinya saja, dan jika tidak diterapi maka otot leher sebelah kanannya akan memendek dan tentu saja nanti dia dewasa akan menjadi tengleng. Aku tahu terapi ini awal-awalnya pasti menyakitkan juga, seperti terapi kakinya, tapi lambat laun tidak akan terlalu sakit apabila ototnya sudah agak lentur dan lemas. Semoga cepat kembali normal ya nak.
Sampai usia 1 bulan ini, selain tersenyum dan tertawa, otot-otot Rayhan kelihatan sudah mulai kuat untuk memegang, menendang ataupun menegakkan lehernya.
28 September :
Hari ini kita ke Bandung, perjalanan panjang Rayhan yang pertama. Ke Bandung karena Ayah ada acara buka bersama anak-anak Saga atau perkumpulan pecinta alamnya. Tentu saja siangnya kita ke FO Rumah Mode. Dan disela-sela permintaan Rayhan untuk nenen - yang kelihatannya tidak pernah mau berhenti - Mama berhasil juga bolak-balik ke fitting room, kali ini beneran untuk nyobain baju, bukan untuk ngasih nenen Rayhan.
1 October :
Hari Raya Idul Fitri yang pertama buat Rayhan. Berhubung lebaran, tentu saja Rayhan harus ikutan berkelana kerumah saudara-saudara. Diusia yang begitu dini, Rayhan sudah mengenal banyak saudara-saudaranya.
8 October :
Rayhan berusia 2 bulan. Diusia ini kelihatannya Rayhan mulai benar-benar mengenali sekitarnya, dirinya, kakaknya, ayahnya dan tentu saja mamanya. Rayhan sudah bisa diajak berkomunikasi dan bersosialisasi. Senyum dan tawanya semakin banyak. Komunikasi juga sudah tidak satu arah lagi, tapi sudah bisa "sahut-sahutan", walaupun masing-masing tidak mengerti apa yang dibicarakan :-)
13 October :
Hari ini aku memutuskan untuk menambah SF. Maafkan mama ya nak, mama tidak mampu memberikan kamu ASI Exclusive sampai usia 6 bulan. Karena mama lihat akhir-akhir ini kamu semakin tidak puas menyusu, mungkin kebutuhan kamu semakin banyak sedangkan supply dari mama tidak mencukupi. Tapi mama bertekad akan tetap memberikan kamu ASI sampai minimal usia kamu 1 tahun. Walaupun ASI hanyalah pelengkap, tapi mama yakin setetes dua tetes ASI sama nilainya dengan SF yang kamu minum seharian.
20 October :
Kunjugan ketiga ke Rumah Sakit. Berat Badan 5300 Grams, Panjang 57 cm dan Lingkar Kepala 39,5 cm. Aku sedikit suprise karena Rayhan berhasil mendapatkan kenaikan berat badan 1,5 kg dalam waktu 1 bulan 12 hari. Memang berat badannya masih dibatas normal bawah karena dibulan pertama kenaikan berat badan Rayhan lumayan minim, sehingga Dokter Aryono menegaskan agar Rayhan diberikan ASI dan SF yang cukup supaya kenaikan berat badannya significant.
Diusia 2 bulan ini, banyak sekali kemajuan sosialisasi Rayhan yang terlihat. Selain komunikasi dua arah, Rayhan juga sudah bisa menentukan sendiri kemauannya. Jika Rayhan sedang pengen ASI, maka SF akan ditolak mentah-mentah oleh dia, begitu juga sebaliknya. Yang lucu ketika Rayhan langsung diam dari tangisnya ketika Desta, 2 tahun, anak tetangga, yang cantik, putih dan montok menghampirinya. Bahkan Rayhan menegurnya dan memberikan senyuman termanisnya. Emang anak 2 tahun sudah ngerti yang "bening-bening" ya ? :-)
8 Agustus
Lahir jam 07.44 dengan berat 3340 gram dan panjang 47 cm.
Pas lahir langsung IMD, seingatku langsung "ngeyot" walaupun sebentar, dan mungkin dia juga belum menyadari, masih gerakan refleks.
Dokter mengatakan bahwa pergelangan kaki kanan Rayhan tertekuk kearah tungkai kaki, karena posisi dalam rahim yang tidak menguntungkan, sehingga Rayhan harus menjalani terapi agar pergelangan kakinya bisa kembali pada posisi yang seharusnya. Malamnya Rayhan langsung mendapatkan terapi, tentu saja dengan tangisnya yang membuat hati miris mendengarnya.... andai rasa sakitmu bisa mama gantikan nak.
Selain IMD (Inisiasi Menyusui Dini), Rayhan mendapatkan ASI Exclusive dan Rooming In, senang rasanya bisa memberikan yang terbaik buat Rayhan sejak dia baru lahir.
11 Agustus :
Welcome home my baby boy.
Alhamdulilah, hari ini Rayhan diperbolehkan pulang, kondisi Ibu dan Bayi sehat dan normal.
Pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan imunisasi Hepatitis B1 dan Polio.
Berat badan turun menjadi 3045 grams, masih dalam batasan normal kurang dari 10.
Tubuh Rayhan agak hangat, dan memang jika diukur menggunakan termometer suhunya mencapai 37 bahkan 38 derajat celcius, tapi Dr. Dyah yang menangani Rayhan sejak lahir Pe-De saja, dia bilang gak apa-apa asalkan Rayhan mendapatkan ASI Exclusive. Aku ikutan Pe-De walaupun rada was-was, dan hampir tiap jam mengukur suhu tubuhnya, aku berjanji akan membawanya ke Dokter apabila suhu tubuhnya melebihi 38.5 derajat celcius, tapi Alhamdulillah, suhu tubuh Rayhan kembali normal dihari kedua Rayhan dirumah.
Sejak pulang dari rumah sakit, setiap hari atau dua hari sekali Rayhan ke Rumah Sakit untuk terapi kakinya ini.
15 Agustus :
Hari ini Rayhan puput tali pusarnya. Walaupun awalnya puputnya membuat aku sedikit kawatir. Pasalnya Rayhan puput dalam gendonganku ketika aku hendak membuka bajunya, kupikir aku dengan tidak sengaja menarik puputnya sehingga lepas, sedangkan yang aku tahu puput tidak boleh dilepas dengan paksa jika belum waktunya karena berarti puputnya belum kering dan belum siap lepas. Tapi menurut bu Leny, dukun beranak bersertifikat yang membantu memandikan Rayhan sejak Rayhan dirumah sampai usia Rayhan 1 bulan, puputnya kering dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
19 Agustus :
Kunjungan pertama ke Rumah Sakit untuk check up. Berat Badan 3300 Grams. Hampir kembali ke berat badan lahir. Mama bangga dong karena Rayhan masih ASI Exclusive. Rayhan dinyatakan Well Baby, dan gak ada tindakan atau obat yang diberikan, kecuali melanjutkan terapi kakinya.
30 Agustus :
Hari ini pertama kali Rayhan bersosialisasi dengan dunia luar yang bukan urusannya dengan Rumah Sakit. Hari ini Rayhan bertemu kakek dan nenek dari saudara-saudara Mamaku, Om dan Tantenya, juga Sepupunya. Tapi kelihatannya Rayhan belum nyaman dengan situasi sekitarnya, yang ada malahan minta nenen sepanjang acara :-)
Hari ini juga pertama kali Rayhan dibawa ke Mall, tepatnya ke Plaza Senayan. Rencananya sih mau cari baju lebaran buat Mama, Ayah dan Kakak Audrey. Memang akhirnya Mama bolak balik ke fitting room, bukan buat nyobain baju yang mau dibeli tapi buat ngasih nenen ke Rayhan. What an experience ....
8 September :
Kunjungan kedua ke Rumah Sakit. Tapi kali ini kita ganti Dokter Anak, tidak lagi dengan Dr. Dyah tapi dengan Dr. Aryono Hendarto. Dr. Aryono ini adalah Dokter Anaknya Audrey dan kita sangat cocok dengan beliau, selain orangnya RUD, juga beliau bisa diajak diskusi dan tidak diburu-buru waktu seperti dokter-dokter lainnya.
Berat Badan 3800 Grams. Kondisi Rayhan sehat. Hari ini Rayhan mendapatkan imunisasi simultan Hepatitis B2 dan BCG. Memang menyakitkan bagi Rayhan mendapatkan dua suntikan sekaligus, tapi anyway dia tetap akan mendapatkan suntikan tersebut. Masa-masa imunisasi memang masa-masa menyakitkan.. penuh suntikan.
Tapi hari ini kita dapat kabar sedih lagi, ternyata Rayhan mengidap tortikolis, yaitu kekakuan otot lehernya karena posisi yang tidak menguntungkan dalam rahim, sehingga Rayhan lebih suka menghadap ke arah kirinya saja, dan jika tidak diterapi maka otot leher sebelah kanannya akan memendek dan tentu saja nanti dia dewasa akan menjadi tengleng. Aku tahu terapi ini awal-awalnya pasti menyakitkan juga, seperti terapi kakinya, tapi lambat laun tidak akan terlalu sakit apabila ototnya sudah agak lentur dan lemas. Semoga cepat kembali normal ya nak.
Sampai usia 1 bulan ini, selain tersenyum dan tertawa, otot-otot Rayhan kelihatan sudah mulai kuat untuk memegang, menendang ataupun menegakkan lehernya.
28 September :
Hari ini kita ke Bandung, perjalanan panjang Rayhan yang pertama. Ke Bandung karena Ayah ada acara buka bersama anak-anak Saga atau perkumpulan pecinta alamnya. Tentu saja siangnya kita ke FO Rumah Mode. Dan disela-sela permintaan Rayhan untuk nenen - yang kelihatannya tidak pernah mau berhenti - Mama berhasil juga bolak-balik ke fitting room, kali ini beneran untuk nyobain baju, bukan untuk ngasih nenen Rayhan.
1 October :
Hari Raya Idul Fitri yang pertama buat Rayhan. Berhubung lebaran, tentu saja Rayhan harus ikutan berkelana kerumah saudara-saudara. Diusia yang begitu dini, Rayhan sudah mengenal banyak saudara-saudaranya.
8 October :
Rayhan berusia 2 bulan. Diusia ini kelihatannya Rayhan mulai benar-benar mengenali sekitarnya, dirinya, kakaknya, ayahnya dan tentu saja mamanya. Rayhan sudah bisa diajak berkomunikasi dan bersosialisasi. Senyum dan tawanya semakin banyak. Komunikasi juga sudah tidak satu arah lagi, tapi sudah bisa "sahut-sahutan", walaupun masing-masing tidak mengerti apa yang dibicarakan :-)
13 October :
Hari ini aku memutuskan untuk menambah SF. Maafkan mama ya nak, mama tidak mampu memberikan kamu ASI Exclusive sampai usia 6 bulan. Karena mama lihat akhir-akhir ini kamu semakin tidak puas menyusu, mungkin kebutuhan kamu semakin banyak sedangkan supply dari mama tidak mencukupi. Tapi mama bertekad akan tetap memberikan kamu ASI sampai minimal usia kamu 1 tahun. Walaupun ASI hanyalah pelengkap, tapi mama yakin setetes dua tetes ASI sama nilainya dengan SF yang kamu minum seharian.
20 October :
Kunjugan ketiga ke Rumah Sakit. Berat Badan 5300 Grams, Panjang 57 cm dan Lingkar Kepala 39,5 cm. Aku sedikit suprise karena Rayhan berhasil mendapatkan kenaikan berat badan 1,5 kg dalam waktu 1 bulan 12 hari. Memang berat badannya masih dibatas normal bawah karena dibulan pertama kenaikan berat badan Rayhan lumayan minim, sehingga Dokter Aryono menegaskan agar Rayhan diberikan ASI dan SF yang cukup supaya kenaikan berat badannya significant.
Diusia 2 bulan ini, banyak sekali kemajuan sosialisasi Rayhan yang terlihat. Selain komunikasi dua arah, Rayhan juga sudah bisa menentukan sendiri kemauannya. Jika Rayhan sedang pengen ASI, maka SF akan ditolak mentah-mentah oleh dia, begitu juga sebaliknya. Yang lucu ketika Rayhan langsung diam dari tangisnya ketika Desta, 2 tahun, anak tetangga, yang cantik, putih dan montok menghampirinya. Bahkan Rayhan menegurnya dan memberikan senyuman termanisnya. Emang anak 2 tahun sudah ngerti yang "bening-bening" ya ? :-)

0 comments:
Post a Comment