Wednesday, 3 September 2008

Siapa bilang tiap kehamilan itu sama rasanya ?

Kata orang setiap kehamilan mempunyai cerita yang berbeda-beda, apalagi kalau anaknya beda jenis kelamin, well, mungkin ini benar sekali, karena hampir semua yang kualami berbeda, bahkan setelah lahirpun pengalamanku berbeda, padahal aku mempersiapkan diri untuk mengalami situasi yang sama dengan kehamilan pertama :-)

Beda, kata Ipit, kehamilan Rayhan ini aku lebih cuek bahkan "tidak sehat". Kalau dulu waktu hamil Audrey, aku selalu makan makanan sehat - Indomie dan bakso tidak pernah kusentuh selama 9 bulan, rajin makann buah dan sayuran dan rajin minum susu. Waktu hamil Rayhan... hehehe.. maaf ya nak, hobby mama makan Indomie, walaupun membatasi diri hanya setiap 2 minggu sekali, rada doyan makan bakso, jarang makan sayur kecuali sayuran yang ada di restoran Padang, jarang makan buah kecuali sudah dijus, dan hanya sekali sehari minum susu, itupun mesti sering diingatkan... Dan walaupun bakal menyusahkan diri sendiri alias jadi muntah-muntah setelah meminumnya, aku sering curi-curi minum coke dingin... ini benar-benar gak bisa ditahan, bahkan waktu hamil trimester pertama, aku sampai ngiler melihat orang minum coke/sprit/teh botol dingin, dan sampai mimpi-mimpi... hehehe.

Tapi ada sisi bagusnya kehamilan kali ini, rasanya aku lebih mandiri. Kalau waktu hamil Audrey rasanya aku manja sekali, sekarang aku lebih mandiri. Ke dokter buat check up sendirian, no problem, nyetir sendiri, no problem, ditinggal dirumah sendiri, no problem banget karena aku bisa berleha-leha, pokoknya aku gak sensitif lah. Tiap kali check up ke dokter, aku datang sendirian, lalu Ipit menyusul, lalu pulang masing-masing lagi, secara kita masing-masing bawa mobil sendiri. Aku bilang ke Ipit, kalau kita artis pasti sudah digossipkan ada apa-apa dengan perkawinan kita, soalnya kok ya check up kehamilan aja datang sendiri-sendiri dan pulang sendiri-sendiri ...:-)

Tapi kehamilan kali ini aku lebih "borju" dalam hal makanan, aku gak bisa makan makanan catering yang disediakan kantor, rasanya gak enak banget menurutku, padahal sebelum hamil bagiku biasa aja. Maunya makan enak terus, dan kalau sudah senang ama satu makanan, maunya makan itu terus. Makanya aku gak doyan tuh ama sayuran gitu, soalnya rasanya gak enak. Tiba-tiba lidahku sensitif, aku yang biasanya tidak bisa membedakan makanan enak dan tidak enak, sekarang tiba-tiba seperti kritikus makanan. Waktu masih hamil trimester pertama, aku ngidam sate padang. Satu malam aku bilang ke Ipit kalau aku pengen dibawakan sate padang, tapi ternyata Ipit kelupaan. Dia pulang jam 23.30 malam, dan aku dengan "kejamnya" bilang kalau aku lapar dan hanya mau makan sate padang, alias dia mesti nyari tuh sate padang sampai ke ujung dunia. Benar saja, dicari-cari sekitar rumah si sate padang gak ada, dan Ipit bilang dia harus ke Bekasi Barat untuk cari sate padang. Aku bilang ya apa boleh buat karena aku maunya sate padang. Jam 01.00 Ipit telepon kalau sate padang gak ada dimana-mana. Aku dengan berat hati akhirnya mengijinkan dia pulang tanpa sate padang.... tapi memang rejeki gak kemana, malah dijalan pulang dekat komplek, Ipit berhasil menemukan sate padang...... perjuangan yang melelahkan buat dia ...hehehe.

Waktu Dr. Judhi kasih tahu bahwa sicalon bayi ini berkelamin lelaki, aku hanya bisa bengong, soalnya baru kehamilan usia 4 bulan sudah ketahuan jenis kelaminnya, sedangkan Audrey dulu baru ketahuan setelah memasuki usia kehamilan 8 bulan, tapi jaman sekarang memang lebih canggih toh ? Beberapa kali aku mimpi anakku sudah lahir, memang lelaki, gendut dan lucu, dan anehnya selalu mirip Ipit seperti diphotonya waktu umur 1 tahun. Seperti memang ingin menegaskan kalau bayi yang kukandung memang lelaki. Waktu Audrey dulu, karena gak ketahuan jenis kehamilannya, aku mimpi aku sudah melahirkan, dan kata susternya anakku itu lelaki tapi waktu dibawa ke aku kok dibedong pake bedong warna pink, waktu aku tanya ke susternya, si suster juga bingung... ini bayi lelaki atau perempuan...hehehe... kayaknya Audrey memang tidak pengen diketahui sampai masanya harus tahu.

Yang juga berbeda, waktu hamil Audrey, aku sangat mudah tertidur, hamil Rayhan, memang aku cepat capek dan ngantuk, tapi susah tertidur, kalaupun tertidur paling juga sebentar. Karena susah tidur, aku jadi melahap semua buku atau majalah, gak peduli ceritanya apa, atau nonton TV, walaupun tetap pengennya nonton film bule doang.

Yang sama, hamil Audrey dan Rayhan, aku mendadak cinta nonton bola, mungkin karena momentnya juga. Waktu hamil Audrey itu pas lagi World Cup, dan hamil Rayhan pas sedang Euro Cup.... dan keduanya aku berhasil menebak negara yang masuk ke Final... hehehe... hebat kan ?

0 comments: