Tuesday, 26 August 2008

Welcome to the world, my baby boy


Memutuskan untuk memberikan adik buat si kakak Audrey ternyata bukan hal yang mudah, terutama untuk menentukan "waktu yang tepat" untuk mempunyai anak lagi. Alasanku dan Ipit sih alasan klasik, kami ingin memberikan yang terbaik buat anak, dan tidak ingin mempunyai anak hanya karena tuntutan keharusan mempunyai 2 atau 3 anak.

Jadi begitulah, akhirnya dengan doa dan permintaan si kakak Audrey, kami semakin mantap untuk memberikan adik buat dia. Tapi ternyata tuntutan pekerjaan dan kesibukan tidak menjadikan keinginan untuk hamil seperti "anak SMA hamil", alias, sekali bikin langsung jadi...hehe.

Technically, secara hitungan medis, aku sudah hamil ketika tugas ke Tembaga Pura, dan Alhamdulillah si janin ini bertahan, mengingat perjalanan ke Tembaga Pura yang tidak gampang, alias ke daerah tinggi dengan jalanan yang tidak mulus. Tentu saja aku baru menyadari kalau aku hamil setelah aku tidak kedatangan bulan. Itupun gak yakin, dan karena gak ingin membuat kecewa Ipit, aku pergi ke rumah sakit untuk tes kehamilan sendirian, dan sedikit tak percaya ketika hasil lab menyatakan aku positif hamil. Barulah dalam perjalanan pulang, aku telepon Ipit untuk mengabarkannya. Respond dari Ipit tentu saja senang, tapi yang paling lucu adalah respond dari Audrey, dia hanya bilang gini "ah, mama canda kan ?". Hehehe, mungkin karena selama ini dia sudah bosan "dibohongi" akan diberikan adik tapi nyatanya si adik tak pernah datang.

Kehamilan kedua ini tidak sama dengan kehamilan yang pertama, kata Dr. Judhi memang semua kehamilan tidak akan pernah sama, tapi setiap ibu pasti seperti diriku, berusaha membandingkan setiap kehamilan. Yang pasti, di trimester pertama, aku sangat rentan terhadap angin, jadi yang namanya angin sore, angin siang, angin malam atau angin apapun, bahkan kipas angin, juga menjadi musuh besarku. Nah, tahu sendiri dong, yang namanya rumah di Jakarta, kalau sedang tak pake AC, pastinya ngidupin kipas angin, sedangkan aku musuhan dengan yang namanya angin, so kipas angin gak boleh nyala dirumah, pintu gak boleh kebuka karena angin nakal pasti masuk - aku sempat menjadi bibi tutup pintu yang setiap saat teriak kalau ada yang lupa menutup pintu. AC boleh nyala tapi gak boleh dingin. Kasihan Ipit dan Audrey, mereka pastinya tersiksa, tapi melawan ibu hamil adalah hal yang mustihil, jadi Audrey memilih mengalah dengan main keluar rumah, dan Ipit mengalah dengan tidur tanpa baju tiap malam.

Ngidam kehamilan yang kedua ini juga gak gampang, morning sickness, evening sickness, afternoon sickness alias yang namanya mabuk ya gak milih waktu, juga gak milih tempat. Aku sempat 3-4 kali muntah-muntah sambil nyetir. Kebayang dong, sambil nyetir muntah-muntah di plastik.... abis gimana dong, gak mungkin berhenti dijalan tol yang sedang macet total, bisa-bisa digebukin orang sekampung, jadi aku lebih memlih muntah sambil nyetir, untungnya sih mobilku metic, jadi ya anggap aja seperti sedang makan sambil nyetir...hehehe.

Kontraksi juga menjadi hal yang biasa, sejak kehamilan 6 bulan, bahkan sempat dirawat dirumah sakit karena kepalaku sakit sekali sehingga menyebabkan aku kontraksi. Aku bahkan sempat tidak yakin aku dapat melewati kehamilan sampai umur kehamilanku genap untuk melahirkan, yaitu setelah kehamilan diatas minggu 38.

Alhamdulillah, semuanya dapat dilalui dan berakhir dengan indah. Tanggal 8 Agustus 2008, alias 080808 alias triple 8, bertepatan dengan pembukaan Olimpiade Beijing, pada pukul 07.44 WIB, lahirlah Rayhan Muhammad Infithar Rasjid, dengan berat 3340 gram dan panjang 47 cm, dengan kondisi normal dan sehat. Kehamilan Caesarian Sectio, oleh DSOG Judhi Endjun, dibantu oleh DSOG Sammy, Dokter Anastesi Agus Widodo dan DSA Dyah Syliviati sebagai dokter anak.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada para dokter yang membantu proses kelahiran, dan tentu saja kepada suamiku tercinta yang tidak bosan-bosannya memberikan support dan cinta dalam kondisipun, serta si kakak Audrey yang tidak pernah bosan menghitung usia kandunganku agar dapat mengetahui berapa lama lagi adiknya akan lahir.

0 comments: